Minggu, 16 Oktober 2011

Contoh Kasus Penggunaan bitmap dan vektor

Tidak semua orang memikirkan aplikasi yang pas untuk di pakai dalam bekerja, mereka biasanya memakai aplikasi itu karena familiar. Naaahh disini gue cuma mau berbagi pengetahuan doang tentang kapan kita menggunakan aplikasi yang pas untuk mendesain gambar. Biasanya yang hobby desain buat ID card, sertifikat, pamphlet, backdrop tuh udah pasti faseeehh banget tentang beginian.
1. bitmap : Aplikasi-aplikasi yang memakai bitmap antara lain: Adobe Photoshop, paint,  Paintbrush, dan Corel Photopaint. Aplikasi berbasiskan bitmap ini cucook untuk dunia fotografi dan lukisan digital karena bitmap menghasilkan gradasi warna dengan sangat baik. Format Bitmap  memiliki resolusi yang tidak bebas/ terbatas, bitmap me-representasi pixel dalam jumlah yang terbatas. Gambar berformat bitmap hanya tampil sempurna dalam ukuran aktualnya saja oleh karena itu jika gambar diperbesar maka gambar akan pecah atau buyar dan kehilangan kualitasnya.
2. vector : Aplikasi-aplikasi yang memakai vector antara lain: CorelDraw, Maya3D, Strata 3D CX, Ulead COOL 3D, Swift 3D, Autocade, 3D Home Architect, dan Adobe Freehand. Aplikasi berbasis vector ini paling cucook untuk gambar-gambar berformat vector sesuai untuk logo dan ilustrasi karena memiliki resolusi yang bebas dan dapat di-skala ke dalam ukuran yang tak terbatas,
Contoh aplikasi yang sebelumnya udah gue sebutin di atas, yaitu 3ds Max merupakan salah satu paket perangkat lunak yang paling luas digunakan sekarang ini, karena beberapa alasan seperti penggunaan platform Microsoft Windows, kemampuan mengedit yang serba bisa, dan arsitektur plugin yang banyak.
http://id.wikipedia.org/wiki/3D_Studio_Max

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar